Virus on CCIE BootCamp Indonesia 2011

Ketika nomor itu semakin mendekat ….

Archive for the ‘QOS’ Category

QoS

leave a comment »

Apa yang menyebabkan kemacetan?? ..

– karena semua pengguna jalan ingin cepat sampai ke rumah masing- masing..

– karena si komo lagi tersesat di jalan.. bingung mau pulang kemana..

– karena voorijder yang lewat… ( dasar meresahkan aja di jalan …) .. 

 

ok ok yang pasti penyebab kemacetan adalah karena berebutan ingin cepat ..semua ingin dilayani .. setuju kan? ..  hal ini juga sama dengan jalur data. Dalam satu kanal berbagai tipe data lewat seperti voice, data ataupun protokol, nah itu semua itu harus terakomodir dengan baik agar bisa lewat semua., jika tidak .. coba dibanyangin .!!!

pertama network protokol ingin lewat .. padahal kanalnya penuh .. beugh .. bisa dibanyangin routing information ga bakalan sampai tepat waktu.. ga jelas kan nanti routingannya.. lalu  ketika voice lewat padahal network penuh, suara bisa sampai terputus- putus bahkan ngaco..   ini pasti sering dialami oleh orang di Indonesia (padahal iklannya keren2 yak) ..

nah, delay, jitter, lack of banwidth, ataupun  packet loss adalah isu isu yang paling utama dalam hal ini.. semua ingin sampai tapi kan ada prioritas karena memang beberapa tipe paket yang lewat benar-benar penting.

Untuk itu kita harus menerapkan fungsi yang bertugas mengatur jalur tersebut yaitu dengan QOS .. ( yeahh akrhirnya kata2nya muncul juga :P)

QoS adalah kemampuan dalam jaringan yang memberikan layanan terhadap aplikasi atau user. QoS atau Quality of Service dapat dilakukan terhadap voice data dan video.

 

Classification

Classification adalah cara QoS untuk mengelompokkan tipe paket, paket-paket lalu setelah itu di marked atau ditandai, contoh .. untuk voice dikelompokkan dalam paket penting, jadi harus dapat prioritas pertama., ftp masuk dalam kelas yang tidak begitu penting. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi paket seperti ACL (Access Control List), policy based routing, commited access rate (CAR) dan Network Based Application Recognation (NBAR).

 

Tiga model dari QoS

Best Effort  –> Tidak ada QoS yang jalan

IntServ        –> Ada jalur khusus yang dibagi-bagi dalam jaringan, biasanya memakai RSVP, protocol untuk me-reserve jalur khusus.

Diffserv    –> Jalur dibagi-bagi ke dalam class, bukan jalur khusus.

 

Congestion Management

adalah mekanisme untuk pengaturan kemacetan, jika banyak paket yang terkirim danmenimbulkan kemacetan parah maka mekanisme ini dapat dipakai, adapun beberapa cara yaitu Priority Queueing (PQ), Custom Queuing (CQ), Weighted Fair Queuing (WFQ), dan Class Based Weighted Fair Queuing (CBWFQ)

 

Queue Managment

adalah mekanisme untuk mengatur antrian, pada traffic yang padat jika link sudah penuh, maka paket tidak akan dapat lewat, apakah yang akan terjadi pada paket, paket akan di drop atau mengantri –> ini disebut tail drop. Lalu bagaimana cara untuk mengatasinya.

– Kita pastikan temporary queue tidak penuh dan masih ada space untuk antrian

– Pakai priority agar paket dengan priority rendah dapat dibuang.

WRED (Weighted Early Random Detect (WRED) dapat mengatasi hal itu.

 

Link Efficientcy

Link menjadi hal yang sangat vital untuk urusan paket data yang kecil, contoh jika ada paket yang besar sedang antri, dan tiba-tiba muncul voice dengan paket yang kecil, maka dapat dipastikan paket tersebut akan keburu disconnected bahkan sebelumm keluar dari router 😀 ..Link fragmentation dan interleave dapat memecah-mecah paket yang berukuran besar sehingga paket yang kecil tadi bisa lewat duluan. Link Efficiency sangatlah penting untuk diterapkan… kalau ga percaya in iya kita coba hitung- hitungannya.

Paket size  1500 byte paket  X 8 bits/byte = 12000bit

Line rate =  56000 bps

Hasil = 12000 bit/ 56000 bps => 0.214 detik atau 214 ms.

Atau cara lainnya kita dapat mengecilkan header dari paket yang lewat.

 

Traffic Shaping dan Policing

Policing dapat dipakai untuk membatasi jumlah bandwidth yang dipakai, sedangkan Shaping akan mengecilkan paket dengan cara melakukan antrian pada paket yang tidak dapat ditampung. Pada  policing paket data akan di drop jika sudah mencapai batas.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan QoS pada Cisco.

CLI          –> cara lama, qos dilakukan di interface, dan tidak mendukung modular.

MQC        –> cara baru hasil peningkatan dari cli, menggunakan modular,  class dan policy dipisahkan, service policy diletakkan pada interface.

Auto QoS  –> hidup ini indah dengan adanya auto .. auto berarti .. ketik perintah ini dan biarkan sissanya dijalanin sama mesin 😀

QPM      –> bagi yang tidak suka dengan layar item putih maka cisco juga mengeluarkan versi web (GUI) nya., dengan QPM kita dapat mengkonfigure QoS dari tampilan web.

 

nah sekarang kita belajar labnya ya .. ini simple aja ,, intinya ada 2 router dan kita akan lihat trafic yang lewat diantara keduanya …

simpel topologi .. hehe (bukannya males tapi memang kita harus tau fundamentalnya dulu …  *ngeles aja .. )  ..

untuk topologi Priority Queuing …  idenya adalah kita akan melihat priority dari paket- paket yang telah kita set nilainya., paket- paket kita group menjadi beberapa priority …

 

ketik ini untuk R1

R1#conf t
R1(config)#int fa0/0

R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
R1(config-if)#exit
R1(config)#priority-list 1 protocol ip normal list 100
R1(config)#priority-list 1 protocol ip medium tcp 80
R1(config)#priority-list 1 protocol ip high tcp 23
R1(config)#priority-list 1 default low
R1(config)#access-list 100 permit icmp any any echo
R1(config)#access-list 100 permit icmp any any echo-reply
R1(config)#int fa0/0
R1(config-if)#prio
R1(config-if)#priority-group 1
R1(config-if)#end

pada konfigurasi kita mengkonsigure 3 priority yaitu:

– normal  –>  untuk priority ini akan diberikan kepada icmp hello yaitu paket ping

– medium –> priority ini akan di set untuk tcp 80 yaitu web

– high       –> sementara priority ini diset untuk telnet tcp

 

untuk R2 cukup di interfacenya aja

R2#conf t
R2(config)#int fa 0/0
R2(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0

R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit

 

Apakah sudah ..  ?? ok kalau sudah kita akan coba lakukan verifikasi dari R1 ..

mari kita debug R1 .. tapi pertama kita matikan dulu fungsi cdp dan keepalive biat ga banyak message di monitor ..

R1#conf t
R1(config)#no cdp run
R1(config)#int fa 0/0
R1(config-if)#no ke
R1(config-if)#no keepalive

 

Lakukan perintah debug pada R1 karena kita akan test di R1..

R1#debug priority

 

pertama kita akan coba test web di port 80 ..

R1#telnet 12.12.12.2 80
Trying 12.12.12.2, 80 ...
% Connection refused by remote host

R1#
*Mar  1 00:05:18.539: PQ: FastEthernet0/0: ip (tcp 80) -> medium
*Mar  1 00:05:18.539: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 60/1)

seep .. terlihat dengan jelas port web 80 dikategorikan atau diprioritaskan sebagai medium …

 

sekarang coba dengan telnet..

R1#telnet 12.12.12.2 23
Trying 12.12.12.2 ... Open

Password required, but none set

*Mar  1 00:06:05.603: PQ: FastEthernet0/0: ip (tcp 23) -> high
*Mar  1 00:06:05.603: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 60/0)
*Mar  1 00:06:05.707: PQ: FastEthernet0/0: ip (tcp 23) -> high
*Mar  1 00:06:05.711: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 60/0)
*Mar  1 00:06:05.715: PQ: FastEthernet0/0: ip (tcp 23) -> high
*Mar  1 00:06:05.719: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 63/0)
*Mar  1 00:06:05.723: PQ: FastEthernet0/0: ip (tcp 23) -> high
*Mar  1 00:06:05.727: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 60/0)
*Mar  1 00:06:05.735: PQ: FastEthernet0/0: ip (tcp 23) -> high
*Mar  1 00:06:05.739: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 60/0)
*Mar  1 00:06:05.743: PQ: FastEthernet0/0: ip (tcp 23) -> high
*Mar  1 00:06:05.747: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 60/0)
*Mar  1 00:06:05.747: PQ: FastEthernet0/0: ip (tcp 23) -> high
*Mar  1 00:06:05.751: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 63/0)
*Mar  1 00:06:05.955: PQ: FastEthernet0/0: ip (tcp 23) -> high
*Mar  1 00:06:05.955: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 60/0)
[Connection to 12.12.12.2 closed by foreign host]
R1#
*Mar  1 00:06:07.979: PQ: FastEthernet0/0: ip (tcp 23) -> high
*Mar  1 00:06:07.983: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 60/0)
*Mar  1 00:06:08.039: PQ: FastEthernet0/0: ip (tcp 23) -> high
*Mar  1 00:06:08.039: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 60/0)

paket telnet 23 diprioritaskan dengan high..

 

lalu kita coba test icmp, akan kemanakah dia di prioritaskan ,..

R1#ping
Protocol [ip]:
Target IP address: 12.12.12.2
Repeat count [5]:
Datagram size [100]:
Timeout in seconds [2]:
Extended commands [n]: y
Source address or interface: 12.12.12.1
Type of service [0]:
Set DF bit in IP header? [no]:
Validate reply data? [no]:
Data pattern [0xABCD]:
Loose, Strict, Record, Timestamp, Verbose[none]:
Sweep range of sizes [n]:
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 12.12.12.2,
timeout is 2 seconds:
Packet sent with a source address of 12.12.12.1 !!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 16/31/56 ms R1#
*Mar  1 00:07:29.331: PQ: FastEthernet0/0: ip (s=12.12.12.1, d=12.12.12.2) -> normal
*Mar  1 00:07:29.335: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 114/2)
*Mar  1 00:07:29.375: PQ: FastEthernet0/0: ip (s=12.12.12.1, d=12.12.12.2) -> normal
*Mar  1 00:07:29.375: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 114/2)
*Mar  1 00:07:29.431: PQ: FastEthernet0/0: ip (s=12.12.12.1, d=12.12.12.2) -> normal
*Mar  1 00:07:29.431: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 114/2)
*Mar  1 00:07:29.455: PQ: FastEthernet0/0: ip (s=12.12.12.1, d=12.12.12.2) -> normal
 *Mar  1 00:07:29.455: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 114/2) R1#
*Mar  1 00:07:29.471: PQ: FastEthernet0/0: ip (s=12.12.12.1, d=12.12.12.2) -> normal
*Mar  1 00:07:29.471: PQ: FastEthernet0/0 output (Pk size/Q 114/2)

Yup .., seperti terlihat diatas, paket icmp dikategorikan sebagai normal .. .

Written by virusccie

December 15, 2011 at 1:50 pm

Posted in QOS